HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT DIMENSIA PADA LANSIA
Abstract
Lansia mengalami peningkatan yang siginifikan setiap tahunnya diseluruh dunia disertai dengan peningkatan masalah kesehatan. Salah satunya ialah demensia yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Aktivitas fisik yang rendah dicurigai menjadi salah satu penyebabnya. Namun, kesadaran lansia tentang pentingnya aktivitas fisik masih perlu ditingkatkan. Deskriptif korelasi dengan cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 40 lansia berusia 60-80 tahun yang tinggal dengan keluarga dan tidak dalam kondisi tirah baring total dipilih dengan teknik purposive sampling. Data aktifitas fisik dikumpulkan dengan kuesioner Index Activity Daily Living (IADL) dan Clinical Dementia Rating (CDR) digunakan untuk data tingkat demensia. Analisa data dilakukan dengan uji korelasi Kendall-tau. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat demensia pada lansia di Posyandu Ismoyo Seto Mutihan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul Yogyakarta dengan p=0,003 dimana nilai korelasi mencapai -0,445. Hal ini bermakna terdapat hubungan yang moderat dengan arah negatif diantara variabel. Aktivitas fisik yang baik dapat menurunkan tingkat demensia pada lansia. Oleh karena itu lansia diharapkan dapat melakukan aktivitas fisik ringan dirumah setiap harinya sehingga resiko demensia dapat diturunkan. Partisipasi dalam kegiatan senam lansia dan pemberian edukasi dapat lebih dioptimalkan lagi melalui kerjasama seluruh pihak.
Copyright (c) 2018 Carolus Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

